Di Restoran ditemani Setan


Setiap wilayah bagian, Negara dan propinsi, terdapat adab-adab makan termasuk di restoran. Terkadang tata tertib makan ini perlu ditinggalkan, apalagi jika ada yang salah. Tetapi jangan risau, kalau kita tahu ilmunya maka kita bisa menikmati apa yang kita makan.

Di Restoran, ada sajian makanan yang menggunakan alat garpu dan pisau, bagaimana cara menggunakannya? Makanan yang biasa menggunakan garpu dan pisau adalah Surabi Bandung, Steak, Pizza, dan masih banyak lagi, terutama yang makanannya bergaya orang-orang barat.

Ada adab di Barat dalam memegang garpu dan pisau, ketika makanan disajikan biasanya garpu ada di sebelah kiri dan pisau ada disebelah kanan. Lalu mulailah dengan badan yang tegap, hindari menempatkan sikut di meja dan jangan memakan dengan menggunakan pisau ke mulut.

Mulailah dengan menusukkan garpu ke makanan, dengan mengangkat garpu ke arah luar dan menusuk makanan di bagian tepinya, lalu potong makanan tersebut dengan pisau, setelah terpotong, angkat garpu dan lahap makanan tersebut. Seperti itulah kira-kira cara makan dengan pisau dan garpu.

Bagaimana dengan makan pizza? meskipun disediakan garpu dan pisau, sebenarnya makan pizza adalah dengan menggunakan tangan langsung, mengapa di restoran terkadang diberikan pisau dan garpu? Mungkin karena pizza termasuk makanan panas dan berminyak, sehingga pihak restoran memberikan kebijakan tersebut, agar tidak mengotori tangan. Tapi biasanya boleh juga makan dengan tangan langsung, baik satu tangan atau dua tangan.

Tapi ingatlah, cara makan Barat bisa saja membuat kita makan bersama setan dan membuat kita berbagi makanan dengan setan, akhirnya membuat makanan kita jadi tidak berkah. Itu semua diatas adalah budaya orang-orang barat dan kafir yang terkadang juga membolehkan makan dengan berdiri, seperti yang sering kita lihat pada pesta pernikahan.

Anas ra. meriwayatkan bahwa Nabi saw. melarang minum sambil berdiri. Qatadah menjelaskan, “Lalu kami bertanya, ‘kalau makan ?’ Beliau bersabda, ‘kalau makan (sambil berdiri) maka itu lebih buruk dan keji.” (HR. Muslim)

Abu Haurairah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda :
“Janganlah seorang diantara kalian minum sambil berdiri. Barangsiapa yang lupa hal itu, hendaklah ia memuntahkannya.” (HR. Muslim)

Dengan cara makan garpu dan pisau tersebut di atas, bisa kita pahami maka garpu berada di tangan kiri! Ini sama dengan setan yang juga makan dengan tangan kiri!

Dari Abdullah bin ‘Umar radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula.” (HR. Muslim no. 3764)

Dan makan dengan tangan kanan hukumnya adalah wajib bagi Muslim.

Dari ‘Umar bin Abi Salamah radhiallahu anhu dia berkata: Dulu aku adalah anak kecil yang berada di bawah pengasuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika makan, tanganku berpindah-pindah kesana kemari di atas piring. Maka beliau bersabda kepadaku:
“Wahai nak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang ada di dekatmu.” (HR. Al-Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)

Salamah bin Al-Akwa’ radhiallahu anhu dia berkata:
“Ada seorang laki-laki yang makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan tangan kirinya. Maka Rasulullah bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Dia menjawab, “Aku tidak bisa.” Beliau bersabda, “Semoga kamu tidak bisa?” (-padahal tidak ada yang mencegah dia makan dengan tangan kanan kecuali karena sombong-.) Setelah itu tangannya tidak bisa dia angkat sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim no. 2021)

Hmmm… kalo hadits diatas, seandainya Anda malu dan tetap menggunakan tangan kiri untuk memasukkan makanan ke mulut, lalu ada yang menjelaskan hadits diatas, maka segeralah pindahkan garpu itu ke kanan dan pisaunya di kiri, dan mulailah memasukkan makanan dengan tangan kanan. Agar makanan kita berkah.

Setelah mengetahui pentingnya mengikuti Rasulullah saw., makan dengan tangan kanan, jangan lupa yuk kita mulai makan dengan mulakan Bismillah.

Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
“Jika salah seorang dari kalian menyantap makanan, hendaknya dia membaca ‘BISMILLAH’. Jika dia lupa membacanya maka hendaknya dia mengucapkan, ‘BISMILLAHI FII AWWALIHI WA AKHIRIHI (dengan nama Allah pada permulaan dan akhirnya).” (HR. Abu Daud no. 3767 At-Tirmizi no. 1858, dan Ibnu Majah no. 3255)

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu anhuma: Sesungguhnya dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jika seseorang menyebut nama Allah (bismillah) ketika hendak masuk rumahnya dan ketika hendak makan, maka setan berkata, “Kalian (bangsa setan) tidak mempunyai tempat menginap dan makan malam.” Jika seseorang tidak menyebut nama Allah (bismillah) ketika hendak masuk rumahnya, maka setan berkata, “Kalian sudah mendapatkan tempat menginap.” Dan jika seseorang tidak menyebut nama Allah (bismillah) sewaktu hendak makan, maka setan berkata, “Kalian sudah mendapatkan tempat menginap dan makan malam.” (HR. Muslim no. 2018)

Setelah mengetahui bagaimana Rasulullah saw., Yang Baik Hatinya mengajarkan kepada kita cara makan yang benar, ada baiknya kita tidak lagi makan dengan cara orang-orang barat. Mungkin kita akan menghindari restoran atau jadi membeli dibawa pulang ke rumah agar tetap bisa makan dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw. kepada kita, karena mungkin saja sebagian besar manusia akan malu melanggar adab orang barat.

Tetapi ini bisa saja sulit dihindari, akibat dari undangan rekan kita, keluarga atau teman yang mengajak kita untuk makan di restoran tertentu yang biasanya menggunakan cara garpu dan pisau. Daripada menghindar maka yang terbaik adalah kita menghadapinya, bisa saja kita melawan adab tersebut, kita rubah jadi menempatkan pisau di tangan kiri dan garpu di tangan kanan, sepintas kita akan dipandang tidak mengerti adab makan direstoran oleh muka-muka china dan orang terpandang yang lemah ilmunya di restoran tersebut, atau mungkin kita ditegur rekan kita yang belum mengetahui dan ia memberitahukan cara menggunakannya yang benar, maka terangkanlah kepada mereka! “Kita adalah Muslim, sudah diajarkan oleh Rasulullah saw., setan makan dengan tangan kiri, maka kita diajarkan harus makan dengan tangan kanan, jika ini salah, tentu itu dimata mereka, tapi ini benar di ajaran Rasulullah saw., maka mari gunakan tangan kanan untuk memasukkan makanan ke mulut.”

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah, 2:21)

Selamat makan…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: