Pengguna Yamaha lebih pintar dari pengguna honda


Sebuah toko ada yang menjual lampu Philips, bandingkan toko satu dengan toko lain maka penjualannya tidak akan sama, bisa saja Carrefour kalah penjualannya dengan toko pinggir jalan, padahal kualitas sama dan tidak berbeda, apa sebabnya??

Penjualan yang tinggi, memang tidak berhubungan dengan kualitas, tetapi berhubungan sangat erat dengan pelayanan, harga dan kebutuhan. Pandangan ini bisa diambil untuk melihat factor penjualan, pernah dengar sebuah produk menjual dengan membanggakan penjualan? Pasti pernah ini sering kita dengar pada produk otomotif yaitu sepeda motor.

Tentu saja mereka adalah antara Yamaha dan Honda, kita sudah tahu penjualan tidak berhubungan dengan kualitas tetapi dari factor marketing pertama pelayanan; mungkin Honda telah melakukan pelayanan yang sangat menggoda untuk menarik konsumen, sebar brosur dan trik lainnya seperti hadiah, tentu semua untuk meningkatkan penjualan (coba baca buku Tung Desem Waringin – Marketing Revolution), kedua harga; semua sudah tahu dp motor yang paling murah adalah Honda, dimana mengambil kredit sangat cocok dengan ekonomi orang Indonesia, so pasti berbeda dengan mereka yang member dp tinggi. Ketiga kebutuhan; yap aftersales berupa bengkel dan spareparts Honda yang asli dan palsu ada dimana-mana, ini cenderung menjadi pilihan bagi mereka yang ingin cepat mengurus motornya terutama memilih yang dekat rumah.

Lalu apa yang menjadi pertimbangan orang memilih Yamaha? Mereka memilih Yamaha yang juga sebenarnya memiliki ketiga factor marketing diatas, tetapi meskipun kalah kuat marketing dengan Honda, Yamaha punya kualitas dan ini menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan sepeda motor yang berkualitas.

Strategi marketing selanjutnya adalah rear disc brake, atau cakram belakang. Cakram belakang sebetulnya tidak terlalu perlu, hukum aman dalam pengereman adalah rem belakang hanya menahan ban belakang agar menjadi lambat, sedangkan rem depan yang menghentikan laju ban. Saat semua orang tahu mengapa dahulu memilih motor yang rem cakram depan dan tidak memilih teromol maka mereka akan menjawab bahwa rem cakram lebih pakem, artinya rem cakram dapat lebih cepat menghentikan laju motor. It’s ok, karena itu untuk ban depan. Bagaimana jika ditempatkan di belakang, saat panik tentu saja rem belakang akan terkunci, maka motor bukan lagi aman tetapi bisa saja justru celaka. Untuk itu banyak mobil baik dari pabrik Toyota dan pabrikan motor lainnya yang masih menggunakan rem teromol pada ban belakang untuk kendaraan cc kecil.

Maka mengapa Yamaha tetap laku untuk seri motornya yang masih pakai teromol? Tentu mereka sudah mengetahui, bahwa rear disc brake hanya pelengkap, pemanis dan rayuan untuk mempercantik tampilan motor, jadi fungsi bisa dibilang sama saja atau bisa juga lebih bahaya dari rem teromol belakang. Maka Yamaha sangat layak disebut memiliki konsumen cerdas.

So, kita mesti tahu sampai mana kita butuh barang yang dibeli…

42 Tanggapan so far

  1. 1

    burung said,

    heheh,,,kebetulan saya pedagang motor bekas kecil2an,,dr barang2 yg ada biasanya saya coba/tes bbrp hari,,untuk motor2 produk Honda memang saya rasakan agak kaku(tiger,revo,supra dll) dan bodi nya pd getar,,spt hp yg ada vibrate-nya,,xixix,,tp untuk produk yamaha,,hmm,,bodi memang ok,,kekar,,n untuk performa/ketahanan mesin tahun yg sama n yg sekelas kedua merk(honda n yamaha) lebih unggul yamaha,,hampir semua varian honda rata2 untuk piston/seher jarang yg bertahan lebih dr 3thn,,sebaliknya produk yamaha lebih ampuh,,untuk disk brake belakang,,motor apapun saya rasa aman di gunakan,,tergantung teknik pemakai,,n untung harga jual kembali,,saya akui honda sedikit lebih tinggi,krn memang masyarakat kita umumnya termakan mitos merk. memang penjualan tinggi belum tentu kualitas bagus.permisi ya gan,,sekalian nitip nih,,http://www.facebook.com/motorbekasjualbeli?ref=hl

    • 2

      melihat komentar antum, ane jadi teringat perjuangan dahulu Panasonic untuk mengalahkan Sony, Sony sulit sekali dikalahkan karena masyarakat Indonesia memang sulit untuk memecahkan mitos tentang merk, dimana yang pertama keluar akan dianggap bagus…

      Tapi Panasonic terus bertahan bahkan kini berjaya karena Sony keluar dari Indonesia, ini akibat Panasonic jaga kualitas sementara Sony bukannya tidak bagus namun banyak dipalsukan sehingga produk asli Sony justru tidak laku…

      marketing yang gigih pasti jadi penyebab utama sebuah produk laku dipasaran…

  2. 3

    gun said,

    Honda menguasi karena; 1. uangnya banyak bro, pabrik jg banyak. 2. banyak variannya tuh hampir 2x lbh banyak dr Yamaha(takut kesalip, makanya banyakin varian), demi ingin menguasai pasar, karena thn2 sebelumnya kebakara jenggot(marketnya mo dilewat Yamaha), rakus banget ya?. 3. konsumen loyal honda ga sadar, trs2 dibodohin( desain jelek dan kualitas jelek ttp aja dibeli. pengaruh). Padahal desain2 motornya, ga sedap dipandang bro (meskipun sebagian ngikutin Yamaha, ttp aja jelek), kaku, wagu, ga pas. jauh banget ma Yamaha.. pokoknya Yamaha mantep..

  3. 4

    juraganayamsayur said,

    saya berpikiran justru sang kompetitor honda pasti memberikan yg terbagus, karna mereka ingin membuat image yg baik yg tentunya ingin dagangannya laris.

  4. 5

    wasit said,

    menarik nih artikel, tajam jujur dan faktual…
    yg laris belum tentu berkualitas, yg kurang laku belum tentu jelek….
    itulah indonesia, sinetron contohnya…
    bahkan dunia musik pun juga…

  5. 6

    anton nugroho said,

    kayaknya gak ada yang bilang pembeli motor honda goblok deh, mereka pintar kok. tapi memang pembeli motor yamaha lebih pintar. setidaknya, pembeli motor yamaha jadi tahu produk motor yang berkualitas, bukan sekedar produk motor yang laku banyak. kalo blogger beli motor honda? blogger awam berarti…… he..he..

  6. 7

    banjar said,

    betul mas,,,kualitas y*maha lebih bagus dari h*nda…!!!
    mas memang brani dan jujur,heeeheee…
    salam kenal…!!

  7. 8

    Top said,

    Harus diakui bhwa mngendari motor buatan yamaha membuat saya lebih gaul dan Pede, sumpah saya kagak bohong…. Cobain dech wahai para penunggang honda.

  8. 9

    ivank said,

    tidak ada yg salah dengan artikel ini.cuma artikel ini penyampaiannya terlalu vulgar ato jujur wkwkwkwk

  9. 10

    Boedi said,

    Hanya karena Yamaha pake rem tromol belakang, Anda menyimpulkan pembeli Yamaha lebih cerdas dari pembeli Honda seperti cuplikan statement anda dibawah ini :

    “Maka mengapa Yamaha tetap laku untuk seri motornya yang masih pakai teromol? Tentu mereka sudah mengetahui, bahwa rear disc brake hanya pelengkap, pemanis dan rayuan untuk mempercantik tampilan motor, jadi fungsi bisa dibilang sama saja atau bisa juga lebih bahaya dari rem teromol belakang. Maka Yamaha sangat layak disebut memiliki konsumen cerdas.”

    Itu mencerminkan kualitas pemikiran anda terlalu bodoh, tidak berdasar, sangat tidak ilmiah ditinjau dari ilmu apapun.

    Kalau mau ilmiah harus mempunyai dasar yg masuk akal, logis dan rasional dalam membuat suatu kesimpulan.

    Saya dosen penguji kalau anda maju skripsi dgn membuat kesimpulan konyol seperti ini pasti kamu gagal !!!

    • 11

      hehehe… syukur deh kalo bapak dosen, karena saya lulus dengan menuruti perintah dosen dan setelah lulus berbuat tidak sesuai dengan pemikiran di skripsi saya, yang menurut saya sangat ketinggalan jaman..

      Maaf pak, saya rasa bapak tertipu pemikiran oleh mahasiswa-mahasiswa bapak.. hehe..

      hal ilmiah itu terkadang membuat seseorang menjadi terkungkung, prinsipnya, pemikirannya dan kejujurannya…

      Menjadi pribadi jujur itu lebih menyenangkan…

  10. 12

    speaker say said,

    bener tuh gan, ane pernah kecelakaan di cikole pake new MX yang ada rear disc brake nya, panik gra2 kendaraan di dpn tiba2 nge rem, dan ane spontan injek rem blkng, ngesot&jatoh deh tu MX..

  11. 13

    neo said,

    o ya satu lagi,,,kita ambil case mio j dan beat,,,,secara vakue dan fresh produk tentu kita sepakat bahwa mio j lbih value,,,,secara sudah injeksi hanya saja masih kalah fitur di banding beat,,kualitas body dan finishingnya bagusan mio,,,tapi di penjualan monceran beat. ,,klo mengambil alasan konsumsi bbm,,,justru lbih irit mio j,,,,beat cuma bisa mentok di 47 kpl,,,sedang mio bisa tembus 60 kpl,,,ini saya uji sendiri pake motor keraaabat…

    • 14

      yup, memang semua produk harus kita bandingkan dulu, masalah suka atau tidak tetap masalah selera, untuk komentar mas Neo memang tepat, tapi masalah penjualan mari kita baca buku Pak Tung Desem Waringin, Marketing Revolution. Bisa ditemukan misalnya di Gramedia atau toko buku terdekat.

      Kita akan menemukan penyebab beat bisa laku bukan karena produk yang lebih berkualitas dari Mio…

      Pak Tung mencontohkan dengan seorang pelukis miskin yang lukisannya sebenarnya lebih bagus daripada pelukis sukses yang satunya, pelukis ini tidak bisa menjual karena tidak tahu cara menjual… sedangkan yang sukses tahu caranya..

      So, pandangan produk yang paling banyak penjualannya adalah produk berkualitas mesti ditinggalkan, pintar-pintarlah memilih produk…

      • 15

        neo said,

        masalahnya pemikiran seperti itu masih melekat di konsumen indo,,saya sering bertanya kepada pelanggan tempat makan mertua saya “kenapa kok pilih honda” jawabnya kebanyakan “kan honda mas,sudah terjamiin kualitasnya”

        mungkin ini ga bisa dijadikan sebagai acuan,,,,tetapi saya yakin mayoritas konsumen roda2 masih mempunyai pola semacam itu,,,,

  12. 16

    neo said,

    seru nih kayanya,,,,,,saya pengguna yamaha sekarang,,dlu pernah make merk honda juga,,dan yg saya rasakan emang yamaha lbih cocok karakternya bwat saya. tapi mngkin kurang bijak juga klo menjudge pengguna honda bodoh tetapi kebanyakan temen2 saya yg tau spek mesin memang menyarankan ntuk memakai yamaha,,,mungkin kelebihan honda adalah meberikan fitur tambahan yg bisa di terima masyarakat sedangkan yamaha kurang peka. dari dua produk yg pernah saya pake honda kalah di kualitas bahannya,,sepertinya yamaha lbih baik di kualitas bahan.

  13. 17

    sekedar opini tambahan aja bro,RDB itu tetep penting,secara rem tetep di seting ga sepakem rem depan makanya diameternya lebih kecil,lebih penti g lagi akan memperkeren tampilan motor,sy prihatin liat orang2 yng motor belakangnya pake rem tromol pgn keren coba pasang RDB ,karena dana terbatas tebus yg abal2,n secara fungsi jauh dari safety,n malah safety rem tromolnya,makanya penting bagi yamaha mkngkapi lineu up produknya pake RDB,n satu lagi RDB ga perlu penyetelan,n gampang pemberihanya klo kotor n bunyi,n yg bilang RDB honda ga seagus rem tromol yamaha ya masak sih?coba bandingkan ma RDB nhb/spx 125 hlm in,enek lo,klo yang cs 1/sx 125 lama memang ga seenak nhb/spx hlmin,tapi malah pas ga kepakeman n cukup lah,yang bilang ga pakem /ga enak itu pasti remnya lagi kotor/ada masalh.tinggal diservis beres,

    • 18

      rdb adalah nilai tambah untuk meningkatkan penampilan pada motor, namun semua akan berfungsi masing-masing, lihat saja di indoprix hampir semua menggunakan teromol untuk rem belakangnya termasuk nhb yang ikut di indoprix mencopot rdbnya dan menjadi teromol, memperhatikan hal tersebut maka rdb bukanlah hal yang istimewa jika ada di motor yang kita gunakan..

  14. 19

    harisxyz said,

    Kalau pernah kuliah (terutama di manajemen), tentu tidak sembarangan mengatakan hal seperti ini :” Penjualan yang tinggi, memang tidak berhubungan dengan kualitas, tetapi berhubungan sangat erat dengan pelayanan, harga dan kebutuhan”.

    Apakah ada hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa penjualan yang tinggi tidak berhubungan dengan kualitas?

    Terlalu gegabah untuk mengatakan demikian, dan terlalu amat gegabah mengatakan pengguna Honda bodoh.

    Marilah kita sikapi dengan bijak berbagai produk yang ditawarkan oleh produsen. Dan tidak perlu menghina pengguna produk lain.

    Salam damai.

  15. 22

    wangwa said,

    MAAF KLO SAYA BOLEH MENILAI. BLOG INI SANGAT SANGAT BERDASARKAN PIKIRAN PRIBADI DAN YAKIN DEH MEMIHAK 1 MERK.( SAYA TIDAK MENGATAKAN PESENAN SATU MERK.KRN ANDA YANG TAU)
    dan DENGAN GAMBLANG mengatakan TEKNOLOLI HONDA masih kalah dengan teknologi YAMAHA. Dan menjustice klo pembeli motor di indonesia yang memilih motor honda adalah bodoh.
    hahah(uppp sya ketawa untuk hal ini)..
    aduh itu dosen saya … itu profesor tempat kul saya yang bawanya motor honda supra jelas kurang pintar karena memilih motor honda.malah boleh dikatakan lebih pintar si indra yang alay dengan jupiter mxnya karena si indra memilihh motor yamaha.
    saya lihat tuh didesa banyak motor yamaha jupiter dipakai para petani buruh..sdgkan kadesnya pakai honda revo.bukan brarti pak petani buruh lbh pinter dari kadesnya.KRN PILIHAN ADALAH PRIBADI DAN MASYARAKAT BISA MENILAI MOTOR YG TERBAIK.kalau pembali honda lbh banyak bukan brarti juga saya bisa klaim pemilik honda lebih pintar dari pemilik yamaha dan suzuki da kawasaki.

    • 23

      hmmm… namanya saja blog, pasti semua tentang pendapat pribadi…

      mungkin disitu perbedaan blog dengan media massa, tapi bagi jiwa yang enerjik tentu blog lebih seru dan mantap…

    • 24

      hyades said,

      @wangwa

      disini yang dibahas kualitas bro yang jelas emang kualitas Yamaha lebih baik daripada Honda

  16. 25

    sambel said,

    yang punya blog goblog banget yakk ngakak deh wkwkwkwk,,frustasi jualanya makin NYUNGSEP,dimana2 masyarakat pembeli yang menentukan.,,

  17. 27

    iwak tempe said,

    hahaha bukankan si komeng temenmu juga merayu: GIGINYA 5 SPEED, REM CAKRAMNYA GANDA…
    lalu montor sport yg cc nya gede Byson Vikson dan Klingon kok pake tromol…

    • 28

      yang penting, sales tidak membicarakan safety dari cakram belakang tersebut, karena ternyata lebih safety yang teromol untuk kendaraan cc kecil…

      Byson sport touring, jadi mungkin pertimbangannya lebih berbahaya melalui medan-medan berat jika rem belakang terkunci akibat rear disc brake..

  18. 29

    Joko said,

    Kaya iklan jamu. Jualan jamu Mas?

    • 30

      hmmm… opini mas bro, dilingkungan saya semakin banyak yang menggunakan Yamaha, sepertinya menarik juga diangkat disini, mereka sering nongkrong membicarakan motor dan ini seperti rangkumannya🙂

  19. 31

    solar said,

    hahaha… yang punya blog goblok… kagak lebih pintar dari sales….

  20. 33

    ipy said,

    bakar….bakar….

    value itu bagi yg menghemat…kata value ngga akan ada bagi hobbies atau yg sdh suka dan punya….motor seharga 90jt pun akan dia beli klo dia suka meskipun ada yg lebih bertenaga dri motor trsbut….contoh motor cbu yamaha r125…dibnding dgn vixion atau r15.

    • 34

      sambel said,

      bukan masalah hemat hematan bro.,,,terbukti dibandingkan dengan kompetitor dari fitur aja udah kalah lah kok dijual lebih mahal,,berarti yang beli ya maaf kurang cerdas,,kaya yang beli yamaha…piss

      • 35

        spareparts Yamaha udah pada tahu kualitasnya, pasti kita bisa bandingkan rantai saja Yamaha jauh lebih kuat dari indoparts dan spareparts honda masih mirip-mirip dengan kualitas indoparts, maka harga tidak bohong, lebih mahal berarti lebih berkualitas terutama di bahan utama. Coba lihat kalo beli fitting lampu ada yang merk broco bandingkan dengan yang murahnya, bentuk sama, tapi kualitas menjadikan broco lebih mahal

      • 36

        hyades said,

        @sambel

        fitur boleh banyak tapi kualitas keseluruhan dipertanyakan
        contohnya bodi dari dulu Yamaha terkenal dengan body yang kuat dan anti getar beda dengan honda yang … you tau lah😡 itu baru body

    • 37

      ya, value juga yang menjadikan honda lebih dipilih, mereka tahu segmen pasar, tetapi itu jadi tidak penting bagi yang memperhatikan kualitas seperti pengguna Yamaha

  21. 38

    sambel said,

    halah blog pesanan kaya gini tendensius.,,berarti pengguna honda bego2,,padahal secara data didaerah perkotaan,pengguna honda kebanyakan dari golongan ekonomi mapan,,yang tentu secara intelektualitasnya tidak diragukan,,sehingga dalam memilih produk pun pasti cerdas,,memilih yang paling bagus dan value lebih.

    • 39

      yang ekonomi mapan biasanya tidak pintar juga, mereka hanya beruntung di dunia bro, mungkin ilmu akhirat mereka kurang, tidak bergaul dengan masyarakat dan kelemahan lainnya, dan kita bisa tahu iklan honda sangat gencar, mungkin saja ia korban iklan

      • 40

        wangwa said,

        berarti para direktur para dosen para direktur para kiai yang pake motor honda ilmu akherat kurang ya mas bro dan para artis pemilik motor honda kurang gaul ya masbro.

      • 41

        guest said,

        @wangwa
        bukannya bodoh, tapi mereka hanya awam saja tentang motor, dan mungkin mengikuti kebanyakan orang. Karena honda banyak dipake jadinya sang direktur atau kiyai beli honda juga. Tapi kalo orang yg ngerti otomotif sih pasti cari yg punya value lebih.
        Kalo saya sebagai IT, saya beli laptop asus daripada toshiba atau hp, karena asus itu tidak diragukan lagi kualitas motherboardnya. Sedangkan toshiba dan hp cuma jual nama. Saya gak pernah tuh nemu merk motherboard toshiba atau hp.
        Masalah kualitas sih sama saja untuk semua motor jepang, karena insinyurnya sama2 dari jepang dan lulusan jepang, mereka punya standar sendiri di negerinya. Bahkan mereka saling jual beli paten.
        Saya juga punya honda, menurut saya kualitas honda biasa aja, sama spt motor rata2. Sok breker supra x saya udah rusak tuh padahal baru 1,5 tahun.

      • 42

        Setuju dengan guest, sama seperti iklan tolak angin, orang pintar minum tolak angin, masa yang gak minum tolak angin jadi dibilang gak pintar, tentu tidak, tapi kalo dibilang agak awam mungkin…

        Karena produk china hampir merajalela dan menguasai penjualan di seluruh dunia… jadi belum tentu penjualan tinggi berarti berkualitas…


Comment RSS · TrackBack URI

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: