Wanita berjilbab vs Wanita Sexy


 

STUDI terbaru yg dilakukan peneliti dari Universitas Princeton menyimpulkan bahwa cara wanita berpakaian menentukan penilaian sebagian pria. Para peneliti melakukan studi pada pria dengan memperlihatkan serangkaian foto wanita yg mengenakan pakaian seksi. Saat melihat foto-foto tersebut, sebagian otak pria yang bertanggung jawab pada aktivitas mental berkurang. Dan para pria memandang wanita-wanita seksi sebagai pribadi yg bodoh, ambisius tapi lemah. Studi lain yg serupa oleh Kurt Gray dan rekan dalam Journal of personality and social psychology menemukan, pria mempersepsikan wanita yg memakai pakaian seksi sebagai seorang yg sarat emosi, rapuh tapi bodoh.

Sedangkan foto wanita yang berpakaian sopan dan foto yang hanya menampilkan wajah dipandang pria yang ambil bagian dalam survei sebagai pribadi kompoten.

Rasulullah saw. pun menyuruh istrinya memakai hijab (Jilbab) ketika ada wanita buta datang ke rumah Rasulullah saw., berikut haditsnya:

Dari Ummu Salamah r.a, dia berkata, “Saya berada disisi Rasulullah saw. dan disamping beliau juga ada Maimunah, tiba-tiba datanglah Ibn Ummi Maktum, waktu itu kami telah diperintah untuk berhijab, maka Nabi saw. bersabda, “berhijablah kalian berdua dari Ibn Ummi Maktum.” Maka kami menjawab, “wahai Rasulullah saw. bukankah dia itu buta. Tidak bisa melihat kami dan tidak mengetahui kami?” maka Nabi saw. bersabda, “Apakah kalian berdua juga buta, bukankah kalian bisa melihatnya?” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Al Quran juga menyuruh wajibnya menggunakan jilbab, karena Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang, maka siapa yang memulai menggunakan jilbab pasti Allah ampuni:
“Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan para wanita yang beriman, supaya mereka menutup tubuh mereka dengan Jilbab, karena yang demikian itu agar mereka lebih patut dikenali, dan tidak diganggu. Dan Allah itu Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59)
Allah juga telah menerangkan di Al Quran, tidak ada pilihan lain jika Allah telah menentukan sesuatu, semoga kita mendapat hidayah Allah swt., ada baiknya jika telah mendapat perintah tentang wajibnya berjilbab, tidak ada yang menentangnya, karena Allah swt. berfirman:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Al Ahzab: 36)
Allah swt. juga berfirman bahwa jilbab itu hingga menutupi dada wanita:
“Katakanlah kepada perempuan mukmin, hendaklah menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka. Dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali apa yang kelihatan daripadanya. Hendaklah mereka menutupi dada mereka dengan jilbabnya….” (An Nuur: 31)
Sungguh merugi bagi wanita yang menyia-nyiakan hidupnya di dunia dengan tidak menggunakan Jilbab, jika ia menasihati orang dalam kebaikan ia pun akan kesulitan menasihati karena ia belum melaksanakan syari’at dengan sebenarnya:
“Demi masa, sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.” (Al Ashr: 1-3)

Hanya rasa takut kepada Allah swt., yang membuat wanita akan memakai jilbab seperti kata istri Nabi saw., Aisyah radhiyallahu ‘anha berikut ini:

Tatkala kami berada disamping Aisyah yang menyebutkan keutamaan wanita suku Quraisy, lalu Aisyah berkata, “Sesungguhnya kaum wanita suku Quraisy itu memiliki satu keutamaan. Dan, aku demi Allah tiada melihat yang lebih utama daripada wanita-wanita Anshar dan yang lebih membenarkan terhadap Kitabullah maupun keimanan terhadap Al-Qur an. Tatkala diturunkan surat An-Nuur ayat 31, maka para lelaki mereka (kaum Anshar) langsung kembali pulang menuju mereka untuk membacakan apa yang baru saja diturunkan oleh Allah atas mereka, seorang laki-laki membacakan ayat tersebut kepada istrinya, putrinya, saudarinya serta kerabatnya. Tak seorang wanita pun dari mereka melainkan lantas bangkit untuk mengambil kain yang biasa dikenakan lalu digunakan untuk menutupi kepala (menjadikannya kerudung) dalam rangka membenarkan dan mengimani apa yang telah diturunkan Allah dari Kitab-Nya. Lalu pada pagi harinya dibelakang Rasulullah (menunaikan shalat shubuh) mereka mengenakan tutup kepala (kerudung) seakan-akan diatas kepala mereka itu terdapat burung gagak”

Seperti sebuah petunjuk, Rasulullah saw., telah memberitahukan bahwa akan ada wanita yang berpakaian tetapi telanjang sehingga lekukan tubuhnya terlihat dengan jelas dan disengaja agar terlihat, berpakaian tetapi hakikatnya telanjang. Bergoyang-goyang jalannya dan berlenggak-lenggok seperti model di cat walk yang mengumbar dosa, sungguh menyedihkan nasib mereka jika tidak juga sadar dan memakai jilbab seperti kata hadits dibawah ini:

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda, “Ada dua kelompok ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya, seorang laki-laki yang mempunyai cemeti/cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuki manusia dengannya dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, bergoyang-goyang dan berlenggak-lenggok, kepala mereka (ada sesuatu) seperti punuk unta yang bergoyang-goyang. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya padahal bau surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian”

Kaum wanita menyangka bahwa tidak memakai jilbab adalah dosa kecil yang tertutup dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah dan HARUS diluruskan. Kaum wanita yang tak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah menghapus seluruh pahala amal ibadahnya, sebagaimana bunyi surat Al Maidah ayat 5 baris terakhir yang artinya, ”… Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka terhapuslah pahala amalnya bahkan diakhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.”

Semoga hal-hal yang menentang ketentuan Allah swt., seperti yang terjadi di masyarakat umumnya tidak menjadi bagian hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: